Thursday, 7 April 2011

Al Quran Menjawab Hati Yang Bersedih



Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji?
Qur'an Menjawab : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?" (Lihat QS.Al-Ankabuut : 2).
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Lihat juga QS.Al-Ankabuut : 3)
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
Qur'an Menjawab : “...boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini? 
Qur'an Menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……….” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286) 
Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur'an Menjawab : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Lihat QS.Ali Imraan : 139)
Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : “...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Lihat QS.Yusuf : 87) 

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Lihat QS.Ali Imraan : 200) “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku? 
Qur'an Menjawab : “….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129) 
Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan surga - Nya……….” (Lihat QS.At-Taubah : 111)


Jadilah seperti Angin dan Jangan pernah ikuti Jejak Awan


Di sebuah tempat nan jauh dari kota di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Brebes, tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan. Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

“Assalamu’alaikum, Pak Kyai ” ucapnya pada sosok orang tua yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, orang yang dipanggil dengan nama Pak Kyai itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

“Wa’alaikumussalam, anakku . Mari masuk!” ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan. Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.
“Ada apa, Anakku ?” ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup. “Pak Kyai, Aku diterima kerja di Jakarta!” ungkap sang pemuda kemudian. “Syukurlah,” timpal Pak Kyai bahagia. “Pak Kyai, kalau tidak keberatan, berikan aku petuah agar bisa berhasil!” ucap sang pemuda sambil menunduk. 

Ia pun menanti ucapan pak Kyai di hadapannya. “Anakku, Jadilah engkau seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan,” untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut Pak Kyai. Sang pemuda belum bereaksi. 

Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata Kyai nya itu. Tapi tak berhasil. “Maksud Pak Kyai?” ucapnya kemudian. “Anakku, Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia dibawahnya,” jelas Pak Kyai dengan tenang. 

“Lalu bagaimana dengan awan, Pak Kyai?” tanya si pemuda penasaran. “Jangan sekali-kali seperti awan, Anakku. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi. Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi,” terang Kyai nya begitu bijak. “Tapi Anakku,” tambahnya kemudian. “Ketinggian awan cuma jadi bahan permainan angin.” Dan si pemuda pun tampak mengangguk pelan.


Sunday, 3 April 2011

Tips Atasi Rasa Kecewa Karena Penolakan Cinta

Jatuh cinta adalah perasaan yang menyenangkan bagi setiap orang. Tapi ketika cinta itu bertepuk sebelah tangan, yang timbul adalah rasa kecewa. Tidak ada orang yang suka saat cintanya ditolak, tapi jangan biarkan rasa kecewa itu mengendap di diri Anda terlalu lama. Hindari meratapi nasib setiap hari dan berpikirlah positif, bahwa di luar sana masih banyak pria yang lebih baik. Dikutip dari sheknows, berikut ini tiga cara terbaik untuk mengatasi rasa kecewa akibat penolakan cinta.
1. Jangan Meratapi Nasib

Bermuram durja karena ditolak pria yang Anda cintai tidak akan membantu apapun. Anda tentu boleh saja kecewa, itu adalah hal yang sangat wajar. Tapi cobalah untuk tidak menganggap situasi itu terlalu serius. Daripada merenungkan kenapa pria tersebut tidak menghubungi Anda lagi setelah kencan kedua atau menyatakan bahwa dia hanya menganggap Anda sebagai teman biasa, lebih baik isi hari-hari dengan melanjutkan hidup. Ya, tidak ada yang bisa Anda lakukan selain melangkah ke depan.

2. Jangan Anggap Diri Anda Gagal

Hanya karena sesuatu tidak berjalan dengan semestinya, dalam hal ini mendapat kekasih baru, bukan berarti Anda telah gagal. Jangan menyalahkan diri sendiri atau menganggap Anda kurang pantas untuknya. Penolakan cinta bukan selalu karena apa yang Anda katakan atau lakukan salah, tapi mungkin memang pria tersebut kurang tepat untuk Anda.

3. Bicarakan dengan Sahabat 

Obat paling mujarab untuk meredakan rasa kecewa akibat penolakan adalah 'bersandar' pada sahabat-sahabat Anda. Saat ada pria yang menolak Anda secara halus maupun tegas, Anda tidak harus sendirian untuk melaluinya. Hubungi teman Anda dan ceritakan apa yang Anda rasakan. Sahabat atau teman yang baik pasti akan memberi dukungan moral yang membuat Anda cepat merasa lebih baik.


LOE BANGET,Ketika Rasa Malas Menyerang DirI

Terkadang si Amat, sebut saja begitu namanya, mau mengerjakan apa saja malasnya bukan main, mau olah raga malas, takut keringatan nanti bau! Mau kemping malas, nanti kesasar di jalan. Mau belajar kursus apa gitu, juga malas. Habis waktunya malam sih, sudah lelah duluan habis kerja seharian. Mau ngaji juga malas, baru berapa ayat sudah jatuh terlelap di bangku! Mau nulis di Internet, sekedar berbagi kepada kawan-kawan di dunia maya, juga malas! “Ngapain nulis, di blog sudah banyak yang nulis, bahkan semua yang ngeblog, biasanya yang nulis, lalu siapa yang baca?” Begitu pikir si Amat, jadi dianya tambah malas nulis. Begitu juga dengan si Amit (nama rekaan) mahasiswa yang lagi malas-malasnya, padahala baru saja tingkat pertama, eh penyakit malasnya kambuh! Penyakit malas sejak SMA dulu, maunya hura-hura terus! Mau kerja apa saja malas, apa lagi belajar atau membaca buku, susahnya minta ampun! Si Amat baru giat bila buka komputer… Untuk main game! Coba waktu itu di SMA, ketika menjelang ujian SMA, yang dibaca di Internet bukan materi yang berhubungan dengan pelajaran, yang dibaca email dan chatingan dengan teman-temannya di dunia maya. Nah penyakit itu masih dibawa sampai dia kuliah, padahal kuliah itu bukan lagi seperti anak-anak ketika di SMP atau di SMA yang masih “disuapin” terus oleh gurunya, mahasiswa itu harus mandiri dan belajar sendiri mencari materi-materi yang berhubungan dengan mata kuliah yang sedang diambilnya, bukan malahan main game atau bersantai-santai dan baru belajar ketika masuk semesteran, maka lahirlah apa yang disebut SKS (Sistem Kebut Semalam!) Kalau begitu caranya, ya apa bedanya ketika si Amit di SMA dulu, tak ada perubahan! Si Amit tetap malas-malasan belajarnya, malas-malasan kuliahnya. Lain lagi dengan X, kita sebut saja begitu, Mahasiswi tingkat dua pada sebuah fakultas yang beken di Ibu Kota, juga punya penyakit yang sama, seprti si Amat dan si Amit, penyakit malas. Iya malas ngapain-nggapain, Dewi malas baca dikatat, malas ke perpustakaan, malas kuliah, sebal ngeliatin dosennya yang itu-itu juga, malas membantu orang tua, apa lagi membantu ibu di rumah memasak, ”wah mau muntah mencium bumbu-bumbunya,” katanya bersemangat. Diskusi dengan teman-teman di kampus, dia juga tak mau, “malas” katanya! Dan mungkin banyak sekali orang yang dihinggapi rasa malas tersebut, kebanyakan manusia memang inginnya, ya berleha-leha, ingin santai, ingin rileks dan inginya “tidur-tiduran” saja atau ingin duduk di kursi malas, sambil minum kopi tubruk membaca koran di beranda rumah. Wah pokonya yang enek-enak saja, sementara hidup itu tidak seenak yang dibayangkan. Banyak sekali masalah yang timbul dalam hidup dan kehidupan ini yang mesti diselesaikan. Dan itu bukan hanya menimpa atau mengena orang-orang yang memang berkerja sebagai pimpinan, baik pimpinan tingkat paling rendah di pemerintahan, seperti kepala Desa atau Lurah samapai ke tingkat paling tinggi di pemerintahan yaitu seorang Presiden! Dan persolan juga buka hanya menimpa orang-orang miskin yang untuk mencari ”sesuap dua suap nasi”-saja susahnya bukan main. Begitu juga orang-orang yang sedang mencari pekerjaan alias pengangguran, sudah mencoba mencari ke sana ke mari, ngelamar kerjaan ke berbagai perusahaan, mengirim lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan, bukan hanya satu-dua lamaran pekerjaan, bukan hanya sepuluh dua-puluh lamaran pekerjaan, tapi ratusan bahakan mungkin ribuan lembar surat lamaran pekerjaan yang sudah dikirimkan, satupun tak ada jawaban! Jika adapun, hanya pemberitahuan “MAAF, TAK ADA LOWONGAN PEKERJAAN” Iya, mencari pekerjaan bagitu sulitnya di tengah-tengah krisis ekonomi yang berkepanjangan sekarang ini. Dan seandainyapun diterima pekerjaan, itu hanya menjadi pegawai kontrakan yang hanya enam bulan saja, itupun masih harus “memberi sesuatu” pada pihak ketiga sebagai perantara, sebuah yayasan yang menjadi perantara pekerja dengan perusahaan! Aneh, ngelamar pekerjaanpun harus pakai perantara, padahal pihak pencari kerja bisa datang sendiri ke perusahaan yang dituju, namun entah peraturan dari mana, sekarang ini sebuah perusahaan baru mau menerima pekerja via sebuah yayasan, ada apa ini? Sesuatu yang semula mudah, sekarang ditambah lagi dengan jalur birokrasi melalui sebuah yayasan penyalur tenaga kerja! Sehingga sang pencari kerjapun akhirnya dibuat malas dengan sistem yang ada! Ya pengangguran menjadi tambah banyak dengan sistem sekarang ini dan pekerjapun seperti sapi perah yang tak punya hak bersuara! Mereka hanya bekerja, bekerja dan bekerja, padahal nasib mereka seperti berada di ujung tanduk, karena kapanpun sang majikan, dalam hal ini penguasa, dapat memecatnya, sang pekerja hanya bisa gigit jari, tak bisa menuntut ke mana-mana. Dan kalaupun dituntut sang majikannya, bisa menjadi pihak pengusaha yang akan menang di ”meja hijau”. Bagitu juga yang sudah bekerja dan banyak orang yang sudah bekerja menjadi tambah malas, padahal sebelum bekerja atau ketika sedang mencari pekerjaan begitu bersemangat dan mengapa setelah bekerja, apa lagi setelah bekerja di tempat yang sama dalam hitungan tahunan, penyakit malas menjadi bertambah-tambah, makanya adalah istilah ”monday syndrome” Situasi yang membuat malas, ketemu hari Senin, karena Senin adalah hari pertama bekerja atau hari pertama kuliah atau sekolah. Lalu bagaimana mengatasinya? Bagaimana mencari solusi dari penyakit malas tersebut? Saya kemukan cara-cara berikut ini, semoga bermanfaat: 1. Allahumma Paksain. Ini terdengar seperti main-main, lucu! Kok berdoa seperti? Ya Allah … paksakan! Ya itulah doa yang tak ada dalam Al-Qur’an atau hadist, tapi bisa mujarab! Kok bisa? Mari kita coba, ketika anda bangun tidur, apa lagi lagi dingin-dinginnya musim dingin di Rusia, wah bisa-bisa alasan untuk tidak sholat subuh bertambah-tambah. Dalam selimut tebal dan dengan penghangat ruangan, karena di luar suhu mencapai minus 25⁰ C! Bisa anda bayangkan betapa mengigilnya bila di luar dan di dalam kamar selimut tebal menghangatkan badan, adzan subuh tak terdengar, memang tak ada adzan jauh dari Masjid, maka bertambah alasan untuk tidak bangun sholat subuh! Lalu bagaimana caranya? Ya itu tadi, “Allahumma paksain!” Singkirkan selimut, jika perlu lompat dari tempat tidur, bangun! Paksakan untuk bangun dan minta pertolongan pada Allah agar dibangunkan! Mengapa untuk sholat subuh bangun saja susah? Karena sholat subuh disaksikan malaikat dan ada pengiring sholat subuh, yaitu sholat fajar dua rokaat, atau sholat qobliyah subuh, sholat yang satu ini tak pernah ditinggalkan Rosulullah SAW, karena menurut beliau ganjarannya melebihi luasnya langit dan bumi, karena sangat besarnya pahala yang diberikan, maka tantangnyapun berat! Yaitu tadi, susah sekali bangunnya, perlu pemaksaan diri untuk bangun! 2. Bersyukur Banyak Pekerjaan “Apa-apain sih, banyak pekerjaan kok di suruh bersyukur?” Mungkin ada yang berpendapat itu. “Orang sudah lelah dengan berbagai macam pekerjaan, eh malah di suruh bersyukur, ada-ada saja!” Mungkin ada juga yang komentar demikian. “Malas ah… orang lagi pusing mikirin banyak kerjaan, eh pakai disuruh bersyukur lagi, macem-macem saja!” Mungkin B protes begitu. “Au ah. Capek-capek nih kerjaan numpuk!” si C ngamuk-ngamuk, karena di mejanya kerjaan bertumpuk-tumpuk! “Sana nyingkir jauhan, gue lagi sibuk nih, pekerjaan gue banyak banget!” Kata si D ketika temanya mendekati mau diajak jalan-jalan. Wah pakoknya anda bisa menemukan kalimat itu sebanyak-banyaknya, baik yang bekerja di kantor-kantor pemerintah, BUMN atau BUMS, juga yang bekerja di sektor-sektor lainnya. Banyak sekali yang mungkin saja putus asa karena diserbu oleh pekerjaan yang sedemikian banyaknya. Lalu bagaimana menghadapinya, solusinya? Ya bersyukur! Kenapa haru bersyukur dengan pekerjaan yang banyak atau bertumpuk-tumpuk? Alasanya: 1. Alhamdulillah, anda masih punya kerjaan, coba lihat di luar sana, berapa banyak orang yang menganggur, bukan ribuan orang tapi jutaan orang menganggur di Indonesia! Bayangkan… betapa banyak orang yang menganggur dan anda sekarang sedang bekerja, apa bukan kebahagiaan namanya? Apa bukan nikmat Allah namanya? Maka syukurilah ketika anda banyak pekerjaan. 2. Alhamdulillah, dengan banyak pekerjaan pahala anda akan semakin bertambah, karena pekerjaan adalah ibadah. Apa lagi kalau yang bekerja adalah bapak-bapak. Sebagai kepala keluarga seorang bapak adalah wajib mencari nafkah untuk anak istrinya, seorang bapak wajib bekerja untuk keluarganya. Bukankah pengertian hukum wajib adalah fikih berarti sesuatu yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan kalau ditinggalkan malah berdosa! Jadi otomatis bila anda bekerja, apa lagi pekerjaannya banyak ya pahalanya juga bertumpuk-tumpuk! 3. Alhamdulillah, anda berkerja, karena bekerja juga adalah ibadah, bekerja adalah rasa syukur yang nampak dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT dan para malaikatnya menjadi saksi ketika anda bekerja karena Allah, lillahi ta’ala! Bekerja adalah ibadah, dengan motovasi tersebut semoga anda semakin giat bekerja! 3. Bahagialah! Apapun yang anda kerjakan bahagialah, syukurilah. Karena dengan bekerja selain mendapat hasil berupa uang, kerjaan juga menghasil sesuatu di luar materi! Orang yang mempunyai pekerjaan akan bahagia, dia sudah bisa mengaktualisasikan dirinya dihadapan manusia lain. Orang bekerja akan bahagia, energi, akal, pikiran, perasaannya ikut bersatu padu membentuk sebuah keharmonisan karya Illahi yang ada pada dirinya. Orang yang berkerja yakin akan kebahagiaan hidup yang telah dijanjikan olehNya, apa lagi bekerja pada tempat yang halal. Coba anda bayangkan selain anda mendapat materi, anda juga mendapat kebahagiaan dan mendapat pahala dariNya? Coba apa yang kurang? Nah berhentilah mengeluh banyak pekerjaan, berhentilah mengeluh mendapat pekerjaan yang menumpuk, berhentilah mengeluh “disuguhi” atasan pekerjaan semeja! Sambutlah dengan senyuman, katakanlah “Alhamdulillah rezeki datang lagi!” Sambutlah dengan kebahagiaan, katakanlah ”Alhamdulillah pahala datang lagi!” Ayo senyum… tuh lihat pekerjaan datang lagi, Alhamdulillah!


Momen Langka Saat Patung Liberti Disambar Petir

Seorang fotografer terkenal New York Jay Fine berupaya mengabadikan momen yang sangat langka di Battery Park City Manhattan New York saat badai petir menyambar nyambar di langit kota New York saat itu. Namun apa yang dilakukannya tidaklah sia-sia. Terjadilah sebuah momen yang sangat langka yang sangat menakjubkan untuk diabadikan yaitu kala sambaran kilat tepat menyambar patung Liberty.




Kumpulan Foto Terbaik “Supermoon” Dari Seluruh Dunia

Bagi yang belum sempat menikmati fenomena alam Supermoon dimana jarak bulan sangat dekat dengan bumi selama kurun waktu siklus 20 tahunan, bisa menikmati kumpulan foto-foto penampakan Supermoon dari seluruh penjuru dunia hasil karya fotografer dunia dan juga foto amatir yang berhasil dikumpulkan dari berbagai media masa online. Fenomena Supermoon ini sebenarnya masih akan bisa dinikmati hingga beberapa hari mendatang. Diperkirakan pada 5 hari kedepan esok ini, jarak antara bumi dan bulan hanya sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer. Inilah wujud salah satu kebesaran Karya Agung Sang Maha Pencipta.


Nenek Obama Doakan Obama Jadi Muslim

Nenek dari Presiden Amerika Serikat Barrack Obama yang berusia 88 tahun bernama Sarah Omar dari Kenya belum lama ini menunaikan rukun Islam yang ke-5 bersama putranya yaitu paman Obama Saeed Husein dan beberapa cucunya yang lain. Selama menjalankan ibadah haji keluarga Obama ini menjadi tamu kehormatan dari Kerajaan Saudi, Raja Abdullah menjamu mereka dengan sangat ramah.

Seperti kebanyakan umat muslim pada umumnya, momen ibadah haji digunakan untuk memanjatkan do’a karena diyakini berdoa saat berhaji lebih makbul dari momen biasa. Pada kesempatan itulah sang nenek memanfaatkannya untuk mendoakan sang cucu yang kini menjadi Presiden Amerika Serikat tersebut terbuka hatinya untuk menjadi seorang muslim. Selama ini Obama tetap memegang teguh keyakinannya sebagai seorang penganut Kristen yang taat, walau dari hasil jejak pendapat yang dilakukan pada orang Amerika menyebutkan 1 dari 5 orang Amerika yang ditanyai di survei meyakini kalau Obama beragama Islam. Bahkan isu Obama muslim tersebut dimanfaatkan para lawan politik beliau untuk menyudutkan rivalnya. Obama sendiri dinilai dekat dan bersahabat dengan dunia Islam, terbukti saat berkunjung ke Jakarta lalu Obama menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Istiqlal



 
Copyright 2010 Lowayu Community. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog